Kepala Dinas Ketapang Tani, Muhammad Darham menyampaikan para pelaku usaha dan petani ini memang diminta untuk mengisi tenan yang disediakan pihaknya. “Ada sayur dan buah-buahan, dan juga kita disupport (didukung) oleh bagian perikanan juga. Jadi mereka menurunkan pedagang ikan, yang ada ini ikan-ikan segar,” ungkap Darham.
Beberapa yang dijual seperti barang yang memang bisa memicu inflasi, seperti ikan layang dan tongkol. Cumi juga dihadirkan, dan ini adalah yang paling cepat habis, ketimbang jenis ikan lainnya. Darham menjamin, semua yang dijual pada kegiatan ini adalah makanan segar. “Termasuk juga olahan-olahan yang ada, karena petani di sini juga jualan. Beli tanaman yang langsung berbuah itu juga ada, pakai polybag tadi ada cabai dengan harga Rp20 ribu,” urainya.
Selain itu, ada peternakan yang berjualan daging segar masih dipatok harga Rp145 ribu, kemudian ada ayam ditambah dengan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp52 ribu per lima kg.
Khusus untuk hari ini saja, Darham menjelaskan jika biaya angkut sudah disubsidi, sehingga pada Rabu (3/4/2024) ini, harga beras Rp54 ribu per lima kilo. “Karena kita harus bayar biaya angkutnya kan, kami ambil sendiri. Cukup hari ini saja disubsidi, kita imbau juga ke masyarakat yang mau datang ini, boleh beli disini baik untuk konsumsi sendiri atau untuk dijual,” bebernya.
“Tidak apa-apa, kalau masih di bawah standar karena SPHP itu untuk di zona II di Samarinda ini harganya Rp55-57 ribu. Tapi kalau kita jualnya Rp54 ribu, kalau Bulog memasarkannya Rp52 ribu,” lanjutnya.
Setidaknya ada delapan ton beras yang berhasil dihabiskan dalam kegiatan ini. Namun, Darham menegaskan pada Rabu (3/4/2024) ini akan ada lagi ketersediaannya. Dia juga membebebaskan siapa saja yang ingin berbelanja di pasar tani dan bazar pangan ini dengan maksimal 10 kg untuk pembelian beras.
Editor: Maruly Z