Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PT MMPKT Edy Kurniawan pada Pra-Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) Kegiatan Usaha Hulu Migas 2023 di wilayah Kalimantan Sulawesi, di Hotel Novotel Balikpapan, Selasa (4/7/2023).
Pertemuan bergengsi ini memberikan kesempatan emas bagi MMPKT untuk memamerkan prestasi-prestasi mereka yang luar biasa selama ini sebagai BUMD yang dimiliki Pemprov Kaltim.
Edy menerangkan tentu rasa syukur yang dirasa karena dapat berpartisipasi dalam acara ini. Keberhasilan MMPKT dalam mengelola 10 persen Participating Interest (PI) di wilayah kerja (WK) Mahakam, Kaltim telah mendapatkan pengakuan dan pujian.
PT MMPKT juga kata dia, telah menunjukkan tingkat profesionalisme yang lebih tinggi dalam mengelola usaha hulu melalui PI 10 persen, operasi hilir, dan layanan pendukung migas secara transparan dan akuntabel. Pastinya memberikan kontribusi yang signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim.
"Dengan memperkuat dukungan BUMD melalui kerja sama dengan berbagai pihak, anak perusahaan kami, MMPKT East Kalimantan & Ataka dan MMP Sanga-sanga, telah memulai proses verifikasi dan validasi data oleh Pertamina Hulu Indonesia dan KKKS untuk peralihan PI 10 persen selanjutnya," ujar Edy.
Acara Pra-Kapnas ini mencakup berbagai kegiatan, termasuk pameran atau expo. Dalam expo tersebut, MMPKT dengan bangga memamerkan pemanfaatan teknologi gas lift pack off (GLPO) kepada peserta Forum Kapnas, yang terdiri dari berbagai instansi seperti SKK Migas (pusat maupun perwakilan Kalsul), Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Kalsul.
"Teknologi ini memiliki potensi untuk meningkatkan produksi minyak dan mengoptimalkan sumur-sumur minyak. Jika sistem ini diterapkan, saya yakin dapat memberikan kontribusi untuk mencapai target produksi harian sebesar 1 juta barel yang ditetapkan oleh pemerintah," tegas Edy.
Selain itu, kehadiran MMPKT secara tidak langsung meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia yang profesional, memperkuat dasar keuangan perusahaan dengan menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Edy berharap agar semua pihak, termasuk Pertamina Hulu Indonesia (PHI), SKK Migas, Kementerian ESDM, dan KKKS, terus memberikan dukungan kepada MMPKT untuk pengelolaan PI 10 persen berikutnya.
Komisaris Utama PT MMPKT Ujang Rahmad, mengungkapkan acara ini merupakan peluang bisnis yang sangat baik bagi MMPKT dalam merencanakan dan mengembangkan usaha di masa depan.
"Ini adalah kesempatan promosi yang sangat baik untuk memperkenalkan PT MMPKT dan juga menjadi dasar untuk menunjukkan kemampuan dan eksistensi PT MMPKT kepada pemangku kebijakan seperti SKK Migas, KKKS, dan kementerian," terangnya.
Ujang menyatakan bahwa dalam kesempatan ini, ia telah membuka jalur komunikasi yang baik dengan SKK Migas terkait peran MMPKT di masa depan.
"Saya telah menyampaikan semua rencana kerja yang sedang dikembangkan dan yang akan dilaksanakan oleh PT MMPKT kepada pihak SKK Migas, dan mereka sangat terbuka. Dalam arti kata, SKK Migas memberikan lampu hijau atas semua hal tersebut. Ini merupakan hal yang sangat positif bagi masa depan MMPKT," tutur Ujang.