Kebijakan tersebut menjadi topik utama dalam Seminar Nasional yang berlangsung di Ruang Olah Bebaya Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Sabtu (17/6/2023).
Gubernur Kaltim sran Noor dalam sambutannya pun angkat bicara soal tema yang dipilih Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB). Isran berpendapat kebijakan Uni Eropa murni berangkat dari urusan bisnis.
“Tapi kebijakan ini bisa dilihat lewat dua hal. Pertama urusan politik, dan yang kedua soal persaingan bisnis,” kata Isran.
Isran menerangkan, konflik global seperti perang antara Rusia dan Ukraina menyebabkan kondisi ekonomi di Uni Eropa mengalami perlemahan.
Ia pun mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional yang masuk dalam rangkaian kegiatan Musywarah Daerah (Musda) HA IPB. Menurutnya, peran alumni IPB yang ada di Kaltim dapat membantu mengoptimalkan pembangunan yang sudah dirancang.
Sementara itu, Ketua DPD HA IPB Kaltim Azhar Rudiyanto menjelaskan bahwa selama ini alumni IPB yang ada di Kaltim turut berperan aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Seperti misalnya intervensi kebijakan bahan pangan.
“Kami berupaya untuk memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah Kaltim. Dari hulu sampai ke hilir harus bisa dipastikan pangan kita dalam kondisi aman dari segi jumlah,” kata Azhar.
Editor Aspian Nur