Bank Indonesia menyatakan bahwa inflasi tahunan di Kota Beriman berada di atas rentang target inflasi nasional sebesar 3,00%±1.
"Inflasi didorong oleh kenaikan harga di tengah penyesuaian subsidi BBM agar lebih sesuai dan tepat sasaran," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikpapan R. Bambang Setyo Pambudi kepada Korankaltim.com Selasa (4/10/2022) hari ini.
Selain itu, pemeliharaan atau service, tarif angkutan dalam kota dan perbaikan ringan kendaraan turut mengalami kenaikan harga.
Inflasi juga disumbang oleh kelompok telur ayam ras yang mengalami kenaikan harga karena disebabkan oleh harga pakan ternak hingga lonjakan harga bibit ayam yang didatangkan dari Pulau Jawa.
Disisi lain, beberapa komoditas makanan mengalami deflasi antara lain bawang merah, cabai merah, tomat, dan minyak goreng. "Tarif angkutan udara juga turut menyumbang deflasi," ucapnya.
Beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi, diantaranya adalah penyesuaian subsidi BBM yang berpotensi naiknya harga kebutuhan primer di tengah peningkatan biaya distribusi.
"Termasuk kenaikan harga pakan ternak hingga lonjakan harga DOC yang didatangkan dari Jawa," ucap Bambang.
Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, serta memperkuat koordinasi guna menjaga inflasi tetap stabil dan dalam rentang kendali.
"Imbauan belanja bijak kepada masyarakat senantiasa disampaikan sebagai bagian dari komunikasi yang efektif," jelas Bambang.
Sinergitas dan imbauan merupakan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga dan penguatan koordinasi dengan kebijakan pemerintah daerah supaya inflasi 2022 sesuai kisaran target rentang kendali.
Penulis: Hendra
Editor: Aspian Nur