"Kalau dulu harganya bisa mencapai Rp160 ribu per kilogram, tapi sekarang turun jadi Rp45 ribu sekilo bahkan sempat Rp30 ribu sekilonya," kata Erwin Jumat (18/6/2021) hari ini.
Penjualan lada hanya dilakukan dari para pengepul yang langsung mengambil lada hasil panen ke kampungnya sehingga harga lada telah ditentukan oleh pengepul.
"Pengepul yang ambil langsung ke petani dan langsung membawa harga yang sudah ditentukan, kalaupun kami menjual dengan harga yang lebih tinggi, ya tidak mau beli," papar Erwin.
Erwin mengaku tidak tahu mengapa harga dapat turun secara drastis, diakuinya penurunan harga terjadi secara bertahap dari tahun 2016 lalu. "Petama turun pada tahun 2016, berlanjut di tahun 2017 menjadi Rp80 ribu, penurunan terus berlanjut hingga saat ini," tuturnya.
Diharapkan pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat membantu untuk menemukan solusi terkait permasalahan yang dialami oleh warga karena lada merupakan salah satu komoditi hasil kebun utama yang dimiliki Berau. "Semoga saja bupati bisa membantu, kan kami disini sebagai masyarakat Berau juga berhak dibantu," tutup Erwin.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur