Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda, Mardi Haryanto mengatakan, selain beras, khusus di arena pasar murah, pihaknya juga menjual gula pasir, minyak goreng, terigu hingga daging beku berupa daging sapi dan kerbau yang ternyata cukup banyak peminatnya.
Dia mengatakan, untuk daging sapi beku dijual Rp90 ribu per Kg, sementara daging kerbau Rp80 ribu per Kg. Selama pasar murah, gula pasir yang diberi nama gula manis kita yang dijual Rp12,500 ternyata paling banyak peminatnya.
Selama Ramadan, setidaknya ada 13 titik yang dikunjungi oleh mobil box milik Perum Bulog tersebut. “Pasar Murah ini nanti sampai 3 Mei, kalau kami diminta berpartisipasi saja dari Dinas Perdagangan,” kata Mardi. Di arena pasar murah ini, selain Bulog ada pula beberapa distributor lain yang ikut berpartisipasi.
Mardi menambahkan, selain pasar murah, Bulog Samarinda juga rutin menjalankan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) bekerja sama dengan mitra Bulog seperti pedagang, pengecer, hingga distributor beras yang tersebar di 12 pasar yang masuk dalam area pencatatan petugas Badan Pusat Statistik (BPS).
Para mitra Bulog tersebut menjual beras medium hingga premium dengan harga standar dan tak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp9.950 per Kg untuk jenis medium dan Rp13.300 per Kg untuk jenis premium.
Mengenai stok beras di gudang Bulog sendiri Mardi memastikan jumlahnya lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan sejumlah daerah yang berada di bawah koordinasi Bulog Samarinda, seperti Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang dan Mahulu. Hingga Kamis (22/4/2021) di gudang Bulog masih tersimpan sekitar 1.400 ton beras jenis medium, dan sekitar 150 ton beras jenis premium. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk antisipasi memenuhi permintaan selama Ramadan dan menjelang Lebaran.[]
Penulis: Maruly
Editor : Rusdi