“Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 2 sampai 4 April 2021. Saya tampil di hari kedua bersama sembilan desiner,” katanya kepada korankaltim.com, Selasa (6/4/2021).
Imam menyebutkan, untuk kegiatan kali ini BMK memperkenalkan motif kembang janggut, sedangkan untuk tema pertunjukkan dirinya mengangkat tema pelestarian pesut Mahakam.
“Tema Show mengangkat pelestarian pesut Mahakam. Untuk MFS ini saya menampilkan enam baju. Baju kali ini sesuai dengan tema yang saya angkat, kain batik dipadukan dengan kain brokat kotak-kotak, warna kombinasi antara biru malam, abu abu dan putih. Sebagian baju dan bawahan transparan,” sebutnya.
Tampilan semakin sedap dipandang setelah Imam memadupadankan baju di kombinasikan dengan rok sarung brokat, celana lebar brokat dan celana pendek. Untuk kelengkapan semua modelnya menggunakan kopiah sahung dari Kedang Ipil dan Tapung Peq dari Tabang serta dilengkapi dengan kalung-kalung manik khas kutai.
“Untuk fashion show diiringi lagu kutai ciptaan saya sendiri yang berjudul Pesut Mahakam. Sebetulnya ada yang kurang untuk property, harusnya saya memakai boneka pesut, tetapi saya sudah berusaha mencari (di Surabaya, red) tapi tidak dapat. Akhirnya properti menggunakan boneka lumba-lumba. Alhamdulillah tetap lancar dan pesan saya menyampaikan untuk pentingnya pelestarian pesut Mahakam insyaAllah tersampaikan,” pungkas Imam.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan