"Kami mencoba mengajarkan hal tersebut kepada ibu-ibu di sekitar taman baca," kata Roelyta, Senin (1/3/2021).
Program Kampung Literasi TBM An-Nisaa bekerja sama dengan Pertamina sejak 2019. Diawali dengan beberapa kegiatan seperti pembuatan mural, pengadaan pos baca serta sosialisasi dasar literasi.
"Ada 6 jenis literasi dasar yaitu baca tulis, numerasi, finansial, sains, digital dan budaya," bebernya.
Pelatihan yang dihelat pada 28 Februari 2021 itu diikuti 12 warga sekitar TBM serta menghadirkan narasumber Lasmini Nurjannah dari pengusaha tempe merek HB.
"Dalam proses pembuatan tempe yang pertama adalah literasi baca tulis karena peserta secara otomatis diminta membaca cara membuat," jelasnya.
Selanjutnya literasi numerasi melalui ketelitian angka, pengukuran takaran serta waktu fermentasi pembuatan tempe. "Mulai perbandingan ragi dan kedelai yang digunakan serta berapa lama proses kedelai menjadi tempe," terangnya.
Literasi ketiga dalam pelatihan itu adalah finansial dengan tujuan masyarakat bisa membuat tempe untuk konsumsi sendiri. Bisa juga dijual agar meningkatkan pendapatan.
Kemudian literasi keempat adalah sains dimana peserta diajak memahami fermentasi serta proses kedelai menjadi tempe. Sedangkan untuk literasi digital mereka diajarkan cara promosi melalui media sosial.
"Literasi terakhir adalah budaya karena tempe itu produk asli Indonesia yang sudah mendunia," sebutnya.
Semenntara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina RU V Balikpapan Ely Chandra Peranginangin menyampaikan program literasi untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia di wilayah operasional perusahaan.
"Melalui pelatihan-pelatihan yang sekarang dilaksanakan serta beberapa pelatihan kedepan, kami berharap pengetahuan dan kemampuan masyarakat terhadap keenam literasi dasar tersebut dapat tumbuh," kata Ely singkat.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan