Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Penanaman Modal, Data dan Sistem Informasi DPMPTSP Kaltara Suwarsono menjelaskan, pihaknya berupaya dalam menarik investasi, misalnya membuka gerai pelayanan di Kota Tarakan dan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.
“Di Sebatik, kami sasar investasi di sektor perikanan, serta sektor investasi lainnya. Dengan begitu, di gerai yang ada pengusaha tak perlu lagi datang ke ibukota provinsi. Tapi akan dibantu petugas kami untuk pengurusan perizinannya hingga ke ibukota provinsi,” kata Suwarsono Rabu (3/2/2021) kemarin.
DPMPTSP menargetkan investasi di Kaltara tahun ini sebesar Rp5 triliun. Hal itu berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pasalnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) belum menyampaikan secara resmi target investasi di 2021.
“Untuk mencapai target tersebut, memang tidak mudah. Namun, kami akan terus menerapkan strategi untuk menarik minat investasi di Kaltara. Termasuk menawarkan sejumlah potensi investasi yang ada. Adapun potensi investasi itu, di antaranya rumput laut, pengolahan ikan tipis, pertambangan minyak dan gas bumi, sektor perkebunan, kakao, beras dan lainnya,” terangnya.
Tahun 2021 ini, DPMPTSP juga menyiapkan rencana untuk peningkatan investasi, khususnya investasi berskala besar. Seperti investasi PLTA Kayan dan PLTA Mentarang, serta mempercepat progres KIPI Tana Kuning-Mangkupadi, Bulungan.
“Kami optimis investasi berskala besar ini dapat terealisasi. Seperti PLTA Kayan sendiri, perizinannya sudah klir, tinggal satu izin lagi. Untuk KIPI, ada sudah peminatnya, tinggal menunggu ketersediaan listriknya,” papar Suwarsono.
Meski demikian, pemprov juga menggiring para investor besar yang sudah ada untuk merangkul para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada lewat jalur kemitraan. Ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama dalam rangka kemitraan antara 59 Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negri (PMDN) dan 196 UMKM dari berbagai daerah di Kaltara yang digelar pemerintah pusat melalui BKPM.
“Bisnis model kemitraan ini harus dilembagakan dengan menemukan polarilasi yang saling menguntungkan semua pihak,” jelas Suwarsono. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Kamis 4 Februari 2021 dengan judul Kaltara Target Investasi Rp5 Triliun Tahun 2021