Moammar Achmad Reva, pemuda 16 tahun dari Samarinda ini tak ragu bersaing dengan bisnis ikan cupang dan membuka usaha bisnis tarantula tersebut.
Berawal dari hobi melihat hewan yang masuk jenis hewan arthopoda (hewan berbuku-buku) lewat Youtube, Omar, sapaan akrabnya, mulai tertarik untuk mencari sendiri dan menjualnya kepada sesama penghobi atau kolektor tarantula.
“Penghobi hewan jenis ini masih langka dibanding mereka yang suka hewan lain seperti ikan cupang, tapi disitulah tantangannya. Saya ingin memperkenalkan tarantula kepada orang banyak dan menghilangkan anggapan kalau hewan jenis ini berbahaya dan mematikan. Kalau dipelihara dengan baik tarantula bisa jadi hewan yang unik dan menarik,” jelas Omar.
Dari situlah Omar disela-sela belajar online karena sekolah libur imbas pandemic dan mengisi waktu senggang mulai mencari tarantula lewat berbagai situs online dan mencari tahu lebih jauh keunikan hewan ini. “Saya banyak belajar mengenai tarantula dan ternyata bisnis hewan ini cukup menjanjikan terutama di saat pandemic Covid-19 sekarang ini,” kata pemuda yang bersekolah di SMA IT Granada Samarinda ini.
Setelah mengumpulkan tarantula yang dibeli secara online dan memelihara serta mengembangbiakan, akhirnya keuntungan pun mulai diperoleh Omar, dimana tarantula peliharaannya ternyata diminati tak hanya di Samarinda namun juga di beberapa daerah di Indonesia, diantaranya dari Jakarta, Surabaya, Solo, Tegal, Bekasi dan daerah lainnya setelah diposting di media sosial Instagram miliknya, @the.exotics8.
“Harga tarantula ini bervariasi, termurah Rp50 ribu berjenis brachypelma, tarantula yang berasal dari Meksiko, untuk yang paling mahal berjenis theraphosa yang bernilai jual sekitar Rp3 juta. Keuntungan cukup besar dalam satu bulan,” sebutnya.
Saat ini Omar terus mengembangkan usahanya dengan memelihara tarantula berbagai jenis bahkan mengawinkannya yang membuat hewan ini berkembang biak dalam jumalh ratusan ekor. “Memelihara hewan tarantula ini tidak terlalu sulit, cukup menyiapkan tempat lembab dan memperhatikan kadar air di alas kandangnya yang tidak memakan tempat banyak,” papar Omar.
Makanan tarantula juga tidak sulit dicari, hanya jangkrik, ulat dan kecoa ternakan. “Harapan saya tarantula ini bisa terus berkembang dan bisnis ini cukup menjanjikan asal kita merawatnya dengan baik,” tutup Omar. (*)
Editor: Aspian Nur