Seperti yang dilakukan kelompok ibu rumah tangga di Desa Muara Adang. Buah bakau yang tumbuh subur di desa mereka dikelola untuk berbagai jenis produk. Seperti sirup, dodol, selai hingga permen.
"Kalau dulu biasanya dirujak saja. Dimakan seperti ini saja," ujar Ketua UP2K Muara Adang, Runang.
Dikatakan Runang, ide untuk membuat Sirup Mangrove ini pertama kali lahir dari permintaan pihak Kecamatan Long Ikis yang berharap agar produksi hasil mangrove bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis bagi warga Muara Adang.
"Jadi kami cek di internet, kami contoh bagaimana membuat sirup mangrove," imbuhnya.
Apalagi proses pembuatan sirup mangrove ini sendiri disebutkan tidak sulit. Pasalnya untuk setiap kilogram buah bakau, hanya perlu menambahkan dua kilogram gula pasir. Runang pun memastikan bahwa pembuatan sirup tidak menggunakan bahan pengawet apalagi pemanis buatan.
"Tapi biarpun begitu, bisa tahan sampai delapan bulan," tutupnya.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Bambang Irawan