"Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga, yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,99 persen diikuti kelompok transportasi sebesar -0,45 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,02 persen," ujar Anggoro dalam rilis virtual, Selasa (1/9/2020).
Meski menunjukkan adanya penurunan, beberapa kelompok pengeluaran menunjukkan peningkatan indeks yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,21 persen, dan kelompok pendidikan sebesar 0,20 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono melalui rilis tertulis mengungkapkan, deflasi Agustus terjadi disaat daya beli masyarakat sedang turun. Selain itu, sejumlah komoditas utama terpantau tengah memasuki masa panen raya.
"Agustus ini puncak panen Bawang Merah. Stok melimpah, ditambah harga Tomat, Ikan serta bayam juga turun, jadi penyebab utama deflasi," tukas Tutuk dalam siaran pers tertulis diterima Korankaltim.com, Rabu (2/9/2020).
Selanjutnya, peningkatan kasus Covid-19 juga masih menekan penurunan harga tiket pesawat terbang.
Penulis/editor : Rusdianto