“Bila gedung-gedung pusat pemerintahan dibangun di IKN yang kebutuhan listriknya serupa dengan gedung yang di Jakarta, maka kebutuhan kapasitas listriknya kurang lebih 200 MW,” kata Sigit Witjaksono, seperti dikutip dari Bisnis.com, Senin (31/8/2020).
Dengan perhitungan tersebut, artinya PLN masih memiliki cadangan daya. Sigit menjelaskan bahwa harapan yang nyata dari cadangan daya tersebut adalah pertumbuhan ekonomi dari industri dan bisnis di kota-kota penyangga IKN baru.
“Kota itu kan Samarinda dan Balikpapan. Kemudian kita juga punya daerah yang dikembangkan sebagai industri walaupun sekarang belum banyak. Tapi nantinya akan menuju ke sana,” jelasnya.
Dengan tumbuhnya industri dan bisnis nantinya diharapkan akan meningkatkan serapan daya listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
“Infrastruktur-infrastruktur kelistrikan yang dibangun ini harapannya dapat meningkatkan pertumbuhan investasi. Dampaknya tentu akan menjadi penggerak dan pendorong pertumbuhan roda ekonomi di Kalimantan ini. Investasi industri khsususnya ini menjadi penyerap energi terbesar.” kata Sigit.
Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Pelayanan PLN UIW Kaltimra, Leonardo Buntoro mengatakan bahwa perseroan tengah menyusun masterplan untuk IKN baik dari sisi pembangkitan, transmisi, serta distribusinya.
Beberapa perencanaan yang telah disusun salah satunya pembangkit listrik tenaga air (PLTA). PLN akan membangun PLTA di Tabang, Kaltara. Saat ini masih dalam tahap awal. Selain itu, PLN juga melakukan uji pemanfaatan waduk untuk pembangunan PLTA bekerjasama dengan Kementerian PUPR.
“Ketika IKN sudah dicanangkan, kami harus sediakan yang green energi. Jadi kami harus kurangi bahan bakar batu bara,” katanya.
Menurutnya, potensi energi ramah lingkungan yang paling besar adalah PLTA. Di Borneo, daerah yang bisa dioptimalkan untuk pembangkit listrik tersebut adalah Kaltara.
Sementara di Kaltim, perusahaan tengah mencoba membangun PLTA Tabang di Kutai Kartanegara. PLTA itu diprediksi dapat menghasilkan 690 MW.
Bukan hanya itu, PLN juga memiliki perencanaan transmisi 500 kV sebagai backbone untuk mendukung kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Terakhir perencanaan zero down time dengan membuat distribution automation system (DAS).
“Kami berharap listrik bisa menjadi penggerak roda perekonomian dan menjadi wujud kesiapan kami untuk mendukung rencana pemindahan ibu kota baru ke pulau Borneo,” tandasnya.
Editor : Rusdianto
*Berita/artikel ini telah tayang di Bisnis.com, dengan judul "Ketersediaan Dijamin Aman Selama Proses Perpindahan IKN," pada Senin 31 Agustus 2020.