"Sebenarnya sudah mendapat izin untuk menerima kunjungan. Tapi pertimbangan dinamika terkini, rencana itu ditunda hingga kondisi dirasa lebih aman," kata Kepala KRB, Arrizal Rahmat, Jumat (28/8/2020).
Kendati begitu, pengelola KRB melakukan persiapan guna pemenuhan standar protokol kesehatan sebagai syarat sebelum menerima kunjungan kembali.
"Tetap kami upayakan untuk standar protokol Covid-19 walau pembukaan menerima kunjungan kami tunda," ujarnya.
KRB, lanjut Arrizal, telah menerima peralatan protokol kesehatan dari Pertamina pada 27 Agustus kemarin. "Protokol kami upayakan terpenuhi yang salah satunya dari bantuan," ucapnya.
Bantuan tersebut berupa perangkat wastafel untuk cuci tangan, face shield dan cairan disinfektan. Merupakan peralatan standar dalam implementasi adaptasi kebiasaan baru atau new normal.
Region Manager Communication & CSR Pertamina Kalimantan Roberth M.V. Dumatubun mengatakan, bantuan yang diserahkan untuk menjaga kebersihan apabila KRB dibuka kembali untuk umum.
"Tentunya setelah kondisi pandemi dianggap telah terkendali," kata Roberth.
Dirinya berharap kerja sama antara Pertamina dengan KRB dapat bermanfaat tidak hanya untuk keperluan pendidikan lingkungan dan pemeliharaan ekosistem flora khas Kalimantan.
"Tapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana wisata masyarakat," tandasnya.
Penulis: Hendra
Editor : Rusdi