Koordinator Marketing Alfamidi Branch Samarinda, Pratama Agung Nugroho mengatakan pelatihan dan pembekalan diberikan kepada pedagang atau calon pedagang, yang menerima gerobak untuk berjualan. "Ini hasil dari donasi konsumen yang dikelola oleh IDF-MUI, pesertanya 7 pedagang dan calon pedagang di Samarinda" kata Pratama.
Pratama berharap, dengan dilaksanakan pelatihan dan pembekalan ini peserta dapat memiliki skill yang lebih mumpuni, dan yang yang diperlukan untuk menjadi pengusaha, serta dapat membantu para peserta yang usahanya terkendala akibat Covid-19.
"Semoga pembekalan ini dapat bermanfaat buat mereka, khususnya, bukan untuk hanya berjualan tapi bisa menggunakan ilmunya untuk membuka cabang. Intinya untuk ilmunya bisa dipakai," imbuhnya.
Pengurus IDF-MUI Pusat, Agus Wustho yang juga narasumber pada kegiatan ini mengatakan pihaknya memberi pemahaman kepada calon pedagang bahwa dunia bisnis tidak mudah. "Karena ada naik turunnya, tidak selalu untung tapi ada juga kegagalan dan kerugian, makanya disiapkan bentuk karakter yang kuat," kata Agus
Materi yang disampaikan itu terutama pada persyaratan menjadi calon pedagang, kriteria pedagang, kiat memulai bisnis, dan kiat sukses, yang lebih pada motivasi untuk berbisnis.
"Intinya peserta harus tahan banting dalam mengarungi dunia bisnis, jadi harus ditempa dari segi mentalitas biar kuat," ungkapnya.
Salah satu peserta, yang kesehariannya berjualan tempe mendoan di Jalan Wahid Hasyim Samarinda, Hari Widodo mengatakan ini merupakan pelatihan perdana yang diikuti, bahkan sangat menginspirasi serta menunjang semangat. "Seperti yang disampaikan oleh pemateri tadi bahwa niat dan cita-cita itu yang utama," jelas Hari. (*).
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor: Aspian Nur