Terbatas ke-5 (PUT V) melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
KB menyerap sekitar 2,97 miliar lembar saham baru selama masa perdagangan dan
pemesanan tambahan HMETD, tetapi selain KB, Bosowa Corporindo yang juga melaksanakan porsi HMETD nya dengan menyerap 1,09 miliar lembar saham.
Secara keseluruhan, Bukopin menerbitkan saham baru sejumlah 4,660,763,499 saham baru kelas B, sesuai dengan persetujuan pemegang saham yang diperoleh pada RUPS Luar Biasa
pada 24 Oktober 2019 lalu.
Partisipasi pemegang saham ritel (masyarakat) dalam PUT V ini juga cukup besar.
Dengan selesainya PUT V ini Bank Bukopin mendapat tambahan modal baru senilai Rp 838 miliar.
Dengan berakhirnya transaksi perdagangan pada PUT V, komposisi urutan Pemegang
Saham di Bank Bukopin yakni KB dengan kepemilikan 33,90 %, disusul Bosowa 23,40 %, Negara Republik Indonesia 6,37%, dan pemegang saham publik dengan kepemilikan dibawah 5%.
Sebagai pemegang saham tertinggi, membuat KB semakin dekat, untuk menjadi pemegang saham pengendali di Bukopin.
"Kami bersyukur aksi korporasi yang dilakukan berjalan lancar dan mengapresiasi kepada KB, Bosowa
serta pemegang saham publik lainnya yang telah berpartisipasi dalam memperkuat permodalan Bukopin pada PUT V ini," ungkap Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan Purwantono dalam pres rilisnya diterima korankaltim.com Kamis (30/7/2020).
"Selain itu, kami juga berterima kasih kepada OJK, BEI, dan seluruh lembaga, sebagai profesi penunjang pasar modal, yang membantu kelancaran PUT V ini hingga berhasil diselesaikan," sambungnya.
Rivan juga menambahkan sesuai rencana Bukopin akan meminta persetujuan kepada pemegang saham melalui RUPS
Luar Biasa, yang akan dilaksanakan pada 25 Agustus mendatang.
"Untuk saat ini masih proses finalisasi dengan regulatornya, dan ini memang bentuk komitmen KB dalam memperkuat dasar bukopin, sehingga bisa berkembang lebih baik kedepannya," imbuhnya.
Sehingga, kolaborasi antara KB dan Bank Bukopin yang memiliki segmen bisnis serupa yakni
segmen ritel, dapat memperkuat posisi Bukopin, di pasar ritel dengan pertumbuhan yang berkesinambungan.
"Jadi KB dan Bukopin ini memiliki karakteristik bisnis yang serupa, yaitu fokus pada
segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan segmen Konsumer," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Desman Minang