"Semua tahu kondisi saat ini, jadi hampir beberapa cabang kami (Bank Bukopin) tutup, sehingga para nasabah berbondong mendatangi kantor cabang yang buka," ujarnya saat ditemui awak media Minggu (19/7/2020) hari ini.
Disisi lain Bank Bukopin juga turut melayani seperti halnya pensiunan, sehingga pada tanggal tertentu ada penarikan nasabah yang luar biasa. Dengan menerapkan protokol kesehatan, itu yang menimbulkan kesan antrean yang berlebihan.
"Ini kemudian yang menjadi isu negatif bagi para nasabah, sehingga melakukan penarikan, tetapi yang perlu diketahui tidak ada bank yang sanggup melakukan penarikan secara bertubi-tubi," sebutnya.
Namun hal itu membuat Bank Bukopin, melakukan pendekatan dengan para nasabah yang ada, dan meyakinkan bank tersebut dalam kondisi aman dan sehat. Setelah dilakukannya penjelasan dengan para nasabah, keadaan yang awalnya memanas sudah baik.
Atas kejadian tersebut juga menjadi pelajaran dan membuat Bank Bukopin kembali melakukan trobosan sistem, demi terjaganya protokol kesehatan.
"Kami buat pelayanan Virtual Interactive Online Assistant (Viola), sehingga nasabah sangat aman untuk datang ke Bank, dan protokol kesehatan berjalan dengan baik," ucap Rivan.
Saat ini kabar baik buat para nasabah, melalui PUT (penawaran umum terbatas) V, Kookmin Bank kembali masuk sebagai pemegang saham utama dan diharapkan dapat membantu mengembangkan bisnis Bank Bukopin yang fokus pada segmen ritel, yaitu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan segmen konsumer, yang didukung oleh perkembangan perbankan digital ke depan.
"Inilah yang menjadi kabar baik bagi para nasabah, dan yang ditunggu-tunggu," jelas Rivan.
Kookmin Bank adalah perusahaan besar di Korea Selatan dan menduduki nomor urut dua di Korea dan nomor enam skala dunia. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor; Aspian Nur