Ditempat yang berbeda, Dinas Koperasi, Industrialisasi dan Dagang (Diskoperindag) Berau hingga saat ini belum dapat menerapkan sistem elektronik kekinian tersebut. Lantaran memiliki beberapa hambatan dalam pelaksanaannya.
Kepala Diskoperindag Berau, Wiyati saat dikonfirmasi mengatakan peningkatan UMKM dan Koperasi melalui e-commerce dirasa perlu diterapkan.
“E-commerce ini wajib yah dilakukan pada kondisi saat ini," ucapnya, Kamis (16/7/2020).
Lantaran sebagai salah satu sektor yang terdampak wabah non-alam (Covid-19), e-commerce menjadi pilihan efektif saat physical distance dan social distance berlangsung. Hal ini agar UMKM tidak lesu secara pendapatan karena masyarakat lebih sering stay at home.
Namun demikian, belum diterapkannya sistem tersebut lantaran sudah menjadi rahasia umum bahwa masyarakat Bumi Batiwakkal -sebutan Berau- begitu sulit menerima hal baru, khususnya perubahan mekanisme jual beli dari tatap muka beralih secara digital.
Ditambah lagi dengan minimnya pengetahuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menguasai Informasi Teknologi (IT) menjadi kendala terbesar Diskoperindag belum merealisasikan.
“Kita tahu bahwa pelaku-pelaku usaha saat ini di wilayah Berau belum menguasai IT, dan itu menjadi kendala terbesar kita," tuturnya.
Dikatakannya, pengetahuan IT dalam proses transaksi online relatif rendah bagi masyarkat Bumi Batiwakkal, sehingga perlu untuk terus didorong agar masyarakat lebih dimudahkan dengan sistem tersebut.
Untuk itu, pelatihan dan sosialisasi dalam peningkatan UMKM digital hingga tingkat pengemasan bakal dilakukan. Hal ini bermaksud untuk mendorong UMKM agar naik kelas, serta di masa pandemi global tetap meningkat secara pendapatan.
Penulis : Indra
Editor: Desman Minang