Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menyambut terobosan-tebobosan yang dilakukan jajarannya bersama KKKS sehingga menghasilkan percepatan-percepatan proyek di lapangan.
"Penyelesaian 3 proyek menunjukkan peran SKK Migas semakin efektif, dan ini merupakan bagian dari proses keberhasilan transformasi SKK Migas," sebut Dwi dalam rilis tertulis ke KoranKaltim.Com, Kamis (4/6/2020).
Proyek 2020 yang bakal direalisasi lagi pada Juli nanti, yaitu Proyek Meliwis oleh Ophir Indonesia (Madura Offshore). Proyek ini akan menghasilkan produksi gas sebesar 20 MMSCFD.
Sementara yang dapat dipercepat adalah pembangunan proyek Bambu Besar dilaksanakan oleh PT Pertamina EP yang akan menghasilkan gas (non asso) sebesar 3 MMSCFD. Onstream pada kwartal ke tiga tahun 2020.
Kemudian Reaktivasi Platform PHE-12 oleh PHE WMO untuk memperbaiki platform yang sempat miring pada tahun 2017, untuk menghasilkan produksi minyak sebesar 3.000 BOPD.
Termasuk pembangunan fasilitas kompresor gas Sembakung oleh Pertamina EP yang akan diselesaikan pada akhir tahun 2020 yang menghasilkan gas sebesar 2 MMSCFD.
Jika proyek hulu migas yang direncanakan dapat berjalan dengan baik, maka dampaknya adalah peningkatan produksi dan lifting migas. Sehingga memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja.
"Khususnya masyarakat sekitar proyek yang sejalan dengan fokus pemerintah untuk dapat mendorong ekonomi bergerak di tengah wabah Covid-19," pungkasnya. (*)
Penulis: */Hendra