Khusus Kecamatan Sepaku, cakupannya meliputi Desa Bukit Raya, Bumi Harapan, Pemaluan dan Kelurahan Riko. Direncanakan sepanjang 91 Km jalur lintas itu bakal berdiri 170 BTS Broadband, 70 BTS 4G, 50 BTS 3G dan 50 BTS untuk jaringan 2G.
Mengingat luasan IKN nantinya berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. "Kami memang perlu mengajukan budget (anggaran, Red) khusus," kata GM Network Operation Quality Management Telkomsel Regional Kalimantan, Rahmad Putra Jaya, Selasa (24/9/2019).
Investasi per satu menara BTS diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Sehingga dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun untuk membangun 400 BTS di kawasan IKN. Namun kebutuhan anggaran itu tergantung kebijakan kantor pusat Telkomsel.
"Kebetulan kami hanya bergerak di operasional, kami sekadar memberikan informasi data kebutuhan, kalau untuk eksekusi perencanaan ada di kantor pusat. Jadi nanti dihitung ulang nilai investasi untuk penambahan BTS," jelasnya.
Meski begitu, ada kendala yang dihadapi dalam membangun BTS. Salah satunya merupakan wilayah hutan belantara yang juga tidak tersedia jaringan listrik dari PLN. Sehingga Telkomsel ingin pemerintah termasuk Pemkab Penajam Paser Utara untuk mendukung ketersediaan jaringan listrik.
"Terus terang, kalau tidak ada listrik PLN, maka harus pakai pembangkit berbahan bakar solar industri dan investasinya itu sangat mahal, bisa Rp300 juta sebulan hanya untuk pengadaan bahan bakar nonsubsidi, belum mengenai infrastruktur lainnya," sebut Rahmad.
Penulis/Editor : Hendra