"Ini kali kedua ikut pameran di TMII, kami ubah sedikit konsep agar pengunjung lebih aktif dan merasakan atmosfer rumah Dahor. Konsep booth divisualisasikan seperti replika Rumah Dahor," Pjs Region Manager Communication & CSR Kalimantan Cecep Supriyatna melalui rilis ke korankaltim.com, Sabtu (20/4/2019).
Rumah Dahor merupakan peninggalan zaman Belanda yang dulunya dihuni oleh pekerja kilang sejak bernama BPM (Bataafsche Petroleum Matschappij) sekira tahun 1920-an.
Pertamina RU V Balikpapan menjadi pengelola dan penanggung jawab seluruh Rumah Dahor sejak 11 Juni 2016, dan menggandeng komunitas Dahor Heritage untuk merawat serta menjadikannya sebagai destinasi wisata.
Ada dua rumah cagar budaya yang letaknya di Jalan Letjend Suprapto. Dua rumah aktif digunakan dan satu rumah dipakai oleh Persatuan Wanita Patra untuk perpustakaan serta taman baca anak.
"Satu rumah lagi digunakan untuk museum mini mengenai sejarah Kota Balikpapan, sejarah rumah, hingga sejarah perusahaan minyak dari zaman Belanda hingga sekarang," bebernya.
Diharapkan kedepan pemerintah khususnya Dinas Pariwisata Kota Balikpapan turut mendukung Rumah Cagar Budaya Dahor menjadi salah satu destinasi wisata. Masyarakat Balikpapan turut membantu melestarikan sejarah dan budaya ini," imbuh Cecep.
Saat berkunjung ke booth Dahor Heritage Balikpapan, Direktur Utama TMII Tanribali Lamo mengapresasi keikutsertaan BUMN ini. "Bagus sekali yang dilakukan Pertamina, yaitu menjaga dan melestarikan bagian sejarah kota Balikpapan," ucapnya.
Penulis / Editor : Hendra