Hal itu disampaikan langsung Anggota
Komisi III DPRD Kaltim, Ekti Imanuel. Menurutnya, setidaknya terdapat dua
lokasi kegiatan penanganan longsor yang telah dilakukan peninjauan yakni di
ruas jalan akses menuju pintu tol Palaran, dan pada jalan simpang patung
Lembuswana menuju ke Sebulu.
"Keduanya sudah mencapai target pengerjaan cukup baik, dari
kontraktor juga terus mengebut pengerjaan supaya bisa segera bermanfaat untuk
masyarakat," ungkap Ekti, Kamis (17/8/2023).
Untuk diketahui proyek tersebut
dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
(PUPR Pera) Kaltim. "Untuk
anggarannya saya lupa pastinya berapa, tapi kemarin waktu tinjauan, kegiatannya
itu ditopang oleh APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kaltim murni
2023," tegasnya.
Menurutnya, penanganan longsor itu
sangat diperlukan, sehingga tak membahayakan pengguna jalan, sehingga
diharapkan dengan adanya penanganan berupa turap atau bronjong nanti dapat
mengatasi kekhawatirannya dan terjadinya hal yang tak diinginkan. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin