Mimi menyebutkan, sejauh ini proses pengerjaan sekolah sangat lambat, maka dari itu ia mendorong agar pihak terkait untuk mempercepat pengerjaan pembangunan sarana fasilitas pendidikan tersebut.
"Sejauh ini hasilnya setelah kita pantau kan masih sangat lambat proses pengerjaannya, beberapa waktu lalu kami telah mengunjungi untuk meninjau dan hasilnya belum memuaskan," ucap Mimi, Senin (31/7/2023).
Ia menjelaskan, pengerjaan bangunan sekolah tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim, yang mana lahan disediakan oleh Pemkot Balikpapan dan dari segi anggaran dibantu Pemprov Kaltim melalui sistem Bantuan Keuangan (Bankeu).
Total anggaran pembangunan gedung sekolah itu sebesar Rp33 miliar. Untuk diketahui, target pengerjaan itu dipatok sampai akhir Desember 2023.
Baginya, pembangunan fasilitas pendidikan harus dikerjakan dengan cepat, apalagi jika menyangkut kepentingan untuk mendukung peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM). "Saya harap ini harus tuntas tepat waktu," tegasnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak ketiga, kegiatan pembangunan sekolah terpadu tersebut telah dilakukan penambahan jumlah tenaga kerja untuk mempercepat penyelesaiannya pembangunan. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin