Hal itu berkaitan dengan upaya mempertahankan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kaltim yang mengalami peningkatan berada di peringkat 4 dengan skor 83,58.
Demmu menegaskan, capaian tersebut cukup baik, namun bukan berarti hal itu dapat menjadi kepuasan, sehingga perlu ada upaya peningkatan yang dapat dilakukan seluruh pihak.
Salah satu hal yang menjadi sorotannya melalui jelang momen Pemilu 2024, ia mengharapkan mulai dari masyarakat, seluruh peserta Pemilu serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk dapat berkontribusi.
"Seperti momen Pemilu ini, jangan sampai kita sudah meningkat kemudian money politik justru gencar, sehingga dapat mempengaruhi peringkat yang semakin menurun," tutur Demmu, Kamis (13/7/2023).
Belum lagi ia juga mengingatkan tingkat potensi kerawanan Pemilu di Kaltim yang juga cukup tinggi. Baginya kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) di Kaltim juga memiliki keterkaitan, sebab hal ini tak terlepas dengan kekuatan pengaruh finansial.
"Ini tentu ada kaitannya, karena kekuatan keuangan akan mempengaruhi, maka dari itu kita perlu keterlibatan semua pihak," jelasnya.
Demmu mengungkapkan dengan melakukan upaya pencegahan serta sosialisasi dapat menjadi langkah konkret yang bisa bermanfaat. "Jadi kita jangan melihat Pemilu ini hanya sebatas tentang uang saja," tutupnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin