Hal itu bukan tanpa alasan, selain pembangunan SMK 7 dari sisi topografi lokasi yang menurut pandangannya memang sedikit mengalami kesulitan baik dari sisi teknis kontruksi dan sisi estetika.
Kedua, dari sisi format waktu pelaksanaan, karena SMK7 menyerap anggaran bisa sampai Ratusan Miliar. Mau tidak mau harus ada redesain teknis pembangunan.
"Dan ketika bicara tentang redisaain teknis pembangunan, maka tidak bisa dan harus dilakukan kontrak ulang terhadap perencanaannya.
Tidak bisa mengandalkan perencanaan yang ada sekarang. kalau itu, maka ada persoalan kendala waktu, karena itu melalui proses lelang dan itu menggunakan anggaran ratusan miliar konsultan perencanaanya melalu lelang untuk menetapkan Detail Engineering Design atau DED," ujarnya kepada awak media Rabu (12/7/2023).
Disisi lain lokasi pembangunan areal SMK 7 juga di kawasan mangrove. Dari sisi pembangunan fisik itu jika tahun ini 2023 belum bisa diluncurkan perencanaannya, berarti nyaris tahun ini tidak ada yang bisa dilakukan pengerjaanya.
Pembangunannya dapat dilaksanakan di tahun 2024. Pertanyaan ditahun 2024 kemudian apakah bisa bersamaan lelang perencanaannya dengan fisiknya.
"Hitungan saya tahun 2025 baru bisa pengerjaan fisiknya dilakukan. Kalauiya misalnya sekali tahun anggaran selesai, karena itu anggaranya ratusan miliar. Bisa saja dua atau tiga kali. Berati asumsikan saja 2027 baru selesai," sebut Rusman.
DPRD mendorong untuk mencari lokasi yang lebih efektif dan lebih bagus karena dengan lokasi yang ada saat ini selain tidak bisa langsung ekseskusi karena ada beberapa persoalan adminstrasi dan proses tahapan waktu dalam pelaksanaannya yang memang tidak bisa hindari yang mau tak mau harus diundur. Menurutnya akan lebih baik jika sekalian seja lokasinya di pindah ke lokasi yang lebih jauh representatif.
SMK 7 sudah mulai dibuka tahun ini, akan tetapi dititip di SMK 6 itu jauh lebih menjawab. Boleh saja, diizinkan operasional SMK 7 di SMK 6, dengan konsekuensinya alokasi anggaran untuk embangunan fisik SMK7 tahun ini dialihkan untuk penambah ruang kelas baru di SMK6.
"Dalam rangka untuk menerima siswa titipan SMK 7 yang belum selesai gedungnya. Tetapi disitu ada dua kepala sekolah SMK 6 dan SMK 7. Atau bisa saja dalam satu manajemen kepala sekolah SMK 6, tetapi gurunya sudah ada yang besetaus SMK 6 dan SMK7. Sambil menunggu pembangunan fisik SMK 7, itu solusinya," sebut Rusman. (Adv)
Editor: Aspian Nur