Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud menyebutkan, nilai APBD pada sektor pendapatan diperkirakan meningkat, bahkan diprediksi akan mencapai Rp20 triliun. "Secara khusus untuk dana karbon kami masih belum tahu rincinya, tetapi untuk keseluruhan pendapatan naik pesat," ucap Hamas, sapaan akrabnya, Selasa (4/7/2023).
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji menjelaskan, dirinya yang tergabung dalam Banggar DPRD Kaltim mengakui, pendapatan dari dana kompensasi penurunan gas emisi karbon belum masuk dari Bank Dunia. "Ini informasi juga kami dapatkan dari Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kaltim kalau kita masih menunggu anggaran tersebut," jelasnya.
Disinggung mengenai besaran anggaran yang nantinya akan terbagi antara Provinsi Kaltim dan kabupaten/kota yang berkontribusi belum dapat diketahui besarannya. "Iya nanti dari pendapatan itu juga akan dibagi ke kabupaten dan kota," ungkapnya.
Sehingga Seno menegaskan, khusus dari sektor pendapatan, Banggar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kaltim belum memasukan alokasi pendapatan tersebut. "Kan bisa juga nanti kita simpan untuk digunakan pada APBD 2024," tutupnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin