Namun sayangnya, beberapa faktor penunjang masih belum maksimal, sehingga kebutuhan daging yang berasal dari hewan ternak seperti sapi masih dipasok dari daerah luar Kaltim.
Ia mengakui, hingga saat ini Kaltim masih mengharapkan pasokan daging dari luar daerah seperti Sulawesi atau Nusa Tenggara Timur (NTT). Padahal jika dilihat dari kemampuan daerah seharusnya dengan berbagai kekayaannya, Kaltim sendiri mampu menyediakan kebutuhan daging tanpa bergantung dengan daerah lain. Namun hal itu perlu membutuhkan perhatian dari pemerintah.
"Potensi itu sangat besar di Kaltim, tapi kenapa kita belum bisa berkembang, pasti ada yang salah ini, bisa saja dari segi regulasi," ucap Samsun, Jumat (23/6/2023).
Potensi yang ia sebutkan dari berbagai faktor, mulai dari pasar kebutuhan daging, Sumber Daya Manusia (SDM) atau peternak, bahkan lahan yang sudah tidak dapat dipungkiri lagi memiliki luasan sangat memadai. "Ini potensi-potensi yang kita miliki, kalau dari ini saja sudah memadai berarti ada yang salah tadi," tuturnya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini tentu mengharapkan ke depannya Pemprov Kaltim dapat serius dalam mewujudkan ketersediaan daging tanpa ketergantungan, apalagi kebutuhan daging diperkirakan meningkat berkaitan dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN).
"Harapannya bisa diproduksi di Kaltim, karena kita punya banyak faktor pendukung yang memadai. Selama ini kita selalu bergantung dengan daerah lain, kebutuhan daging selalu mendatangkan dari luar daerah," tutupnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin