Sejauh ini menurut penelusuran pihaknya selama masa kerja pansus yang telah memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ini pelaksanaannya belum mencapai kata maksimal sebab berdasarkan temuan di lapangan masih ada sarana infrastruktur yang dinilai masih belum merata.
"Ini kan porsi 20 persen wajib menurut regulasi dan kita berharap anggarannya ini kemudian bisa maksimal diberikan," ucap Sutomo, Kamis (25/5/2023).
Ia mencontohkan dari sektor beasiswa yang juga masih kurang merata terutama pada sekolah yang berada di daerah pinggiran karena diakibatkan kekurangan informasi. "Sapras sekolah, banyak kegiatan yang dilakukan belum merata seperti digitalisasi," sebutnya.
Menurutnya alokasi anggaran 20 persen dari APBD Kaltim merupakan nilai yang begitu banyak untuk pengembangan pendidikan di Benua Etam, akan tetapi melihat dari kondisi nyata perkembangan itu belum terlihat jelas baginya.
"Menurut saya belum maksimal meski sudah dianggarkan sangat banyak tapi pengaruhnya belum kelihatan," ungkapnya.
Maka dari itu salah satu rekomendasi yang pihaknya pernah sampaikan saat Rapat Paripurna ke-16 pada Senin (22/5) lalu di Gedung B DPRD Kaltim juga menyoroti sektor pendidikan agar dapat mendorong secara maksimal penggunaan anggaran. (Adv)
Editor: Rusdianto