Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan upaya pemanggilan yang sudah direncanakan itu guna menggali informasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di bidang pariwisata yang akan digalakkan pada tahun ini, Nidya mengungkapkan setidaknya dari hal itu pihaknya dapat memetakan hal apa saja yang sekiranya ideal dijalankan.
"Nanti kami minta OPD (Organisasi Perangkat Daerah) itu untuk mempresentasikan apa targetnya dan bagaimana menjalankannya," ucap Nidya, Rabu (17/5/2023).
Terlebih berkaitan dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) yang menurutnya juga perlu dipersiapkan, sehingga ia berpesan jangan sampai ditengah ramainya investasi yang masuk ke Kaltim tetapi sektor pariwisata belum diperhatikan sama sekali oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
"Jangan sampai para pendatang masuk tapi pariwisata kita belum siap, ini jangan sampai terjadi, makanya mulai saat ini kita susun," jelasnya.
Nidya menegaskan destinasi wisata yang ada saat ini sekiranya dapat dikelola dengan baik serta terus melakukan terobosan untuk menarik hati para pengunjung, jika hal itu telah terwujud maka dampak positif yang akan didapatkan yaitu peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Ia berharap berkaca dari perkembangan pariwisata dari luar daerah tepatnya Daerah Istimewa Yogyakarta yang mana setiap kabupaten dan kotanya wajib memunculkan destinasi wisata yang baru dapat diadopsi untuk perkembangan sektor pariwisata di Kaltim.
"Itu yang benar, sementara ini wisata kita sudah cukup baik, tinggal daerah lain munculkan lagi destinasi yang bisa dimanfaatkan," tutupnya. (Adv)
Editor: Rusdianto