Tak heran baginya program itu sangat penting untuk sektor pendidikan di Kaltim, sebab yang telah direncanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dapat mempermudah seluruh siswa dan siswi SMK di Benua Etam dapat menempuh sertifikasi.
Setidaknya ia membeberkan di Kaltim sudah ada sebanyak 36 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang juga telah bekerja sama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). "Karena standar nilainya juga dari BNSP, jadi wajib bekerja sama," ucapnya Minggu (12/3/2023).
Selain itu ada sekitar 700 orang lebih yang siap menjadi assesor atau seseorang yang memiliki hak untuk memberikan pelatihan sesuai dengan profesinya masing-masing, dengan jumlah yang ada menurutnya relah memberikan kemudahan bagi siswa dan siswi yang hendak mengambil jenjang sertifikasi pasca pendidikan formalnya. "Kami meyakini ada kemudahan dengan fasilitas yang ada," tegasnya.
Ia menargetkan dengan kemampuan tenaga yang ada setidaknya di 2023 inj pemenuhan sertifikasi untuk siswa dan siswi dapat mencapai 80 hingga 90 persen dari yang saat ini hanya mampu menyentuh angka 30 persen dari keseluruhan jumlah siswa dan siswi SMK.
"Kami berharap siswa dan siswi yang terjaring bisa tembus 80 atau 90 persen, tapi itu kan kembali kepada keinginan siswa dan siswi kita, siapa tahu ada yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," tutupnya. (Adv)
Editor: Rusdianto