Bagus membeberkan usulan pembangunan bendungan tersebut saat ini telah memasuki tahap Detail Engineering Desain (DED) atau dokumen desain teknis bangunan yang terdiri dari gambar teknis, spesifikasi teknis dan spesifikasi umum, volume serta biaya pekerjaan, baginya rencana itu perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemprov Kaltim.
"Sudah memasuki tahap DED, kita tunggu realisasinya, karena ada banyak manfaat yang mampu diberikan dari pembangunan itu," sebutnya Minggu (23/2/2023).
Baginya Bendungan Telake jika nanti telah terbangun akan mampu menopang sistem pengairan lahan pertanian di sejumlah wilayah yaitu Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kecamatan Long Kali di Kabupaten Paser, apalagi mengenai adanya Ibu Kota Negara (IKN) akan berpotensi terhadap urbanisasi masyarakat yang besar-besaran.
"Mestinya mulai sekarang pemerintah harus mulai bergerak, meskipun 50 persen kebutuhan padi kering (gabah) itu sudah dicukupi dari lokal. Lonjakan peningkatan kebutuhan pangan sudah nyata akan terjadi," ujarnya
Terlebih ia menyinggung tentang kebutuhan anggaran yang diperkirakan sebesar Rp1,2 triliun sebetulnya sangat mampu untuk dapat dilaksanakan sebab Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2023 memiliki peningkatan dengan total Rp17,2 triliun. (Adv)
Editor: Rusdianto