Veri mengungkapkan akibat penutupan jalan tersebut sejumlah ruas jalan di Samarinda merasakan imbasnya yaitu terjadinya kepadatan lalu lintas, seperti salah satunya di Jalan Tengkawang yang menurutnya mengalami kepadatan lalu lintas tidak seperti biasanya. "Apalagi itu di depannya Kantor PUPR Pera (Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat) Kaltim macet luar biasa sudah dua hari belakangan ini imbas dari penutupan. Semestinya kan prosesnya dipercepat bagaimana penyelesaiannya karena ini mengganggu lalu lintas," ujarnya Selasa (14/2/2023).
Penutupan jalan itu juga mengakibatkan terhambatnya sejumlah logistik, sebab jalan tersebut merupakan jalan akses yang digunakan untuk kendaraan bermuatan besar melintas, apalagi hampir rata-rata barang yang dibawa merupakan kategori logistik. "Itu kan jalan akses kendaraan besar, jadi pasti terganggu, kendaraan yang masuk dari luar kota jadinya juga macet, jadi kami hanya menyarankan supaya cepat selesai," jelasnya.
Veri mengakui dalam persoalan tersebut pihaknya sebagai lembaga legislatif tidak mampu berbuat banyak apalagi berupaya mengintervensi terlalu jauh, sebab masalah tuntutan pembebasan lahan masyarakat itu telah memasuki jalur hukum, sehingga pihaknya hanya berharap apapun yang menjadi putusan dapat dipatuhi serta berjalan dengan lancar. (adv)
Editor: Rusdianto