"Selasa pekan depan pihak perusahaan akan kami undang dalam rapat gabungan Komisi III dan Komisi IV," kata Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry kepada Korankaltim.com Jumat (13/5/2022) malam ini.
Sarkowi mengharapkan forum tersebut akan memperjelas permasalahan yang menjadi perhatian publik tersebut. PT Bayan akan diberikan kesempatan memaparkan, tidak saja menyangkut CSR untuk Universitas Indonesia (UI) Rp50 miliar, Institut Teknologi Bandung (ITB) Rp100 miliar dan Universitas Gajah Mada (UGM) Rp50 miliar.
"Mereka juga kami minta membawa data lengkap dan jelas, sejak mulai operasi perusahaan sampai sekarang, apa-apa yang sudah disalurkan untuk masyarakat baik CSR atau bantuan bantuan lain serta keperpihakan pada pengembangan SDM Kaltim dan pembangunan daerah ini," paparnya.
Politikus Partai Golkar ini menyebutkan bisa jadi dari laporan PT Bayan ternyata selama ini justru perusahaan dimaksud yang sudah banyak membantu dan berbuat untuk Kaltim, namun informasinya tidak disampaikan ke publik.
"Pada pertemuan itu diharapkan semuanya terang benderang," harap Sarkowi.
Polemik CSR perusahaan PT Bayan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama agar semua perusahaan yang beroperasi di Benua Etam bisa meningkatkan kepedulian pada daerah dan masyarakat serta disiplin menyampaikan laporan ke pemerintah daerah secara berjenjang dan kepada DPRD Kaltim atau DPRD kabupaten kota di mana perusahaan tersebut beroperasi.
"Semua perusahaan dibidang apapun perlu makin sadar dan peduli CSR itu perintah regulasi dan masyarakat makin kritis dalam mengawasi," papar pria yang juga yang juga dosen di Fakultas Hukum Untag 1945 Samarinda ini.
Sarkowi juga menegaskan perlunya kembali diaktifkan Forum CSR di Kaltim dan kabupaten kota agar bisa memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah dan menginformasikan ke publik apa yang sudah dilakukan perusahaan untuk masyarakat dan daerah ini.
"Ini momentum agar perusahaan lebih peduli. Mendapat keuntungan dalam usaha di Kaltim, jangan sampai daerah ini hanya mendapatkan perhatian atas dasar belas kasihan," pungkas Sarkowi. (adv)
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur