Sebab, sampai sekarang masih ada yang tidak menikmati infrastruktur, seperti ketersediaan air bersih, listrik, jalan.
“Apa sih artinya ibu kota kalau rakyatnya juga susah. Itu yang saya tekankan, itu jelas harga mati buat saya perjuangkan,” kata Makmur, Jumat (4/2/2022).
Mengenai pemimpin Badan Otoritas IKN, Makmur mengklaim banyak figur di Kaltim yang layak, namun tetap harus memperhatikan kriteria yang dipersyaratkan Presiden Joko Widodo.
“Kalau wakil kepala Badan Otorita IKN itu boleh-boleh saja, orang Kaltim banyak yang bisa. Figurnya banyak, Gubernur kita Bapak Isran Noor juga bisa, Yang penting kaltim harus kompak,” tegasnya.
DPRD Kaltim sendiri diakui Makmur tidak pernah dilibatkan dalam rencana pemindahan IKN ini.
“Sebenarnya kita berterima kasih bahwa Kaltim ditunjuk sebagai ibu kota. Tetapi keterlibatan kita secara langsung hampir tidak ada, apalagi di DPRD tidak pernah ada penyajian, tidak pernah ada presentasi. Itu tidak pernah sama sekali, seharusnya ada,” tuturnya. (Adv)
Penulis: Tri Romadhani
Editor: Supiansyah