Hal ini dilakukan karena BK itu sejatinya sangat penting di tubuh DPRD, salah satunya mengingatkan attitude dari para legislator.
"Makanya kita mau melakukan penyegaran, untuk kembalikan marwah BK," kata Ekti.
Ke depan Ekti mencoba mengembalikan peran dan fungsi dari BK DPRD Kaltim ini, tentunya dilalui dengan pembekalan berupa berdiskusi dengan internal BK DPRD Kaltim maupun BK se-Kaltim.
"Sebagai anggota Dewan itu kan ada kode etik yang membatasi. Jangan beranggapan lembaga DPRD ini sama seperti organisasi-organisasi lainnya," ucap Ekti.
Sehingga, ketika dalam melakukan kerja-kerjanya anggota dewan sesuai dengan aturan mainnya, dan tak boleh arogan. Karena dalam bekerja terdapat attitude dan etik yang harus dijaga.
"Makanya saya merencanakan ke depan ada seminar kode etik untuk seluruh anggota DPRD Kaltim. Dan juga rapat koordinasi seluruh BK se-Kaltim," terangnya.
Hal-hal yang menjadi domain kerjanya seperti memeriksa absensi dari rapat paripurna, hingga aturan dalam berbusana.
"Lembaga ini ialah lembaga negara dan kita menggunakan uang negara. Jadi memang sudah sewajarnya dilakukan aturan main seperti ini," tuturnya.
Ekti mengaku hal-hal seperti ini dilakukannya demi mengembalikan marwah dari BK, yang nantinya agar dapat dilanjutkan pada BK selanjutnya. (adv/*1)
Editor : Bambang Irawan