“Dua rumah sakit itu adalah Pertamina dan RSUD Gunung Malang, dapat langsung ke IGD rumah sakit, untuk pelayanan non emergency,” kata dia, dalam keterangan resmi kepada wartawan, kemarin.
Diterangkan Fakhriza, peserta pelayanan kesehatan yang melakukan mudik, jika memang perlu mendapatkan pelayanan rumah sakit dapat langsung ke IGD di masing-masing wilayah.
“Jika pemudik mengalami masalah kesehatan, peserta bisa langsung berobat ke IGD rumah sakit terdekat, baik dalam keadaan darurat maupun non-darurat. Karena itu peserta diingatkan agar selalu membawa kartu kepesertaan,” ujarnya.
Kebijakan yang dikeluarkan selama musim mudik lebaran itu mengacu pada prinsip portabilitas yang diemban BPJS Kesehatan. Hanya saja, peserta yang bisa mendapatkan pelayanan saat mudik harus berstatus kepesertaan aktif.
Sementara Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina mengatakan, selama libur lebaran pelayanan kesehatan tetap memberikan pelayanan. Menurutnya ada 7 Puskesmas perawatan yang buka 24 jam dan 5 puskesmas non-perawatan, juga dibuka untuk melayani kesehatan masyarakat mulai 29 Juni sampai 1 Juli 2017.
“Untuk posko simpatik ada ada 3 yakni di Manggar, pelabuhan feri Kariangau, jalan poros Balikpapan-Samarinda di Karang Joang dan di Taman Baca Manggar,” sebutnya.
Sementara, Direktur RSUD Balikpapan Tjokorda Ratih mengungkapkan, penumpukan pasien, diperkirakan tetap terjadi di masa cuti bersama.
“Berdasarkan evaluasi pada tahun sebelumnya, pasti terjadi penumpukan pasien di saat cuti bersama. Tapi itu kita sudah antisipasi dengan menyiagakan dokter dan perawat di IGD,” kata demikian Ratih. (din)