“Padahal fungsi baterai itu sebagai back up selama 4 jam kalau listrik padam. Sehingga tidak berpengaruh ke APILL yang ada di persimpangan jalan,” kata Sudirman, kemarin.
Kasus pencurian ini rupanya tidak hanya di kota Balikpapan juga pernah terjadi di kota Samarinda. Baterai APILL ini bentuknya seperti accu. “Sebenarnya baterai itu kalau dicuri juga tidak bisa pelaku manfaatkan. Justru malah mengganggu kerja APILL kita,” tuturnya.
Diketahui harga baterai APILL dipasaran antara Rp600 ribu-Rp800 ribu per unit. “Ada 12 baterai yang dicuri di 12 titik,” sebutnya.
Lokasi baterai APILL, menurut Sudirman, memang mudah dijangkau karena ada yang berada di bawah maupun terpasang di tiang. Bahkan pengaman boksnya hanya menggunakan kunci biasa, seperti yang terdapat pada lemari arsip.
“Mau tidak mau kita harus perbaiki dan memperkuat lagi kuncinya. Kasusnya juga sudah kita laporkan ke kepolisian,” kata Sudirman.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Kalfaris Triwijaya Lalo membenarkan laporan Dishub. Saat ini, masih dilakukan pendalaman modus operandi pelaku.
“Saat masih dalam tahap lidik kami, berdasarkan keterangan saksi bahwa pelaku mengambil menggunakan mobil kita masih mencari siapa yang mengambil barang itu,” ungkap Kalfaris. (din/yud)