Ketua RT 04 Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan, Susilo menerangkan, berubahnya warna air tersebut kerap terjadi setiap tiga bulan sekali. “Tidak ada industri lain selain PDAM. Jadi kemungkinan limbahnya PDAM Balikpapan,” ucapnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Suseno saat melakukan peninjauan di lokasi mengatakan, belum bisa dipastikan penyebab berubahnya warna air sungai.
“Kami berkoodinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Jadi masih dilakukan pengecekkan oleh DLH,” kata Suseno, dikonfirmasi wartawan.
Selain itu Suseno juga melakukan koordinasi dengan pihak PDAM, perihal dugaan pembuangan limbah. “Kita akan tanyakan apakah ada kegiatan pembuangan atau pembersihan atau seperti apa. Masih dikoordinasikan,” ungkapnya.
Imbas dari berubahnya warna air sungai menjadi putih susu tersebut mengakibatkan beberapa ekosistem di dalamnya mati. Seperti ikan kecil dan udang yang terlihat mati mengapung.
“Saya biasa mancing di sini mas, ini ikannya pada mati. Memang bukan sekali ini saja. Dua bulan lalu juga airnya putih seperti sekarang ini,” tambah Tarno, warga yang biasa memancing ikan di kawasan sungai Hotel Zurich.
Kepolisian pun merespons dugaan Sungai Ampal, telah tercemar air limbah PDAM.
“Informasi memang kami sudah dapatkan. Kita tidak bisa gegabah. Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan pihak terkait,” tandas Paur Subbag Humas Polres Balikpapan, Ipda Tri Ekwan DJ. (yud)