“Sepengatahuan saya, waktu saat krisis dua tahun lalu PKL itu tumbuh. Tetapi trennya belakangan ini berkurang karena pedagang juga yang baru tentu melihat pasar dan bersaing yang sudah existing,” ucap Asisten II Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Balikpapan Sri Soetantinah, dilansir laman cendananews.com, Selasa (17/10).
Dia menjelaskan pertumbuhan PKL ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi karena mempersiapkan kebutuhan masyarakat dan menyerap tenaga kerja baru. Namun, di sisi lainnya penataan PKL juga harus dilakukan secara tepat, agar pedagang yang berjualan tetap tertib dan masyarakat yang membeli juga nyaman.
“Di satu sisi PKL mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tapi di sisi lain harus dilakukan penataan yang tepat. Bappeda sudah punya kajian untuk menata, tetap harus dilihat kondisinya,” jelasnya.
Perempuan yang akrab disapa Tantin menilai saat ini yang dibutuhkan taman atau ruang terbuka hijau melalui ruang tersebut masyarakat memiliki tempat rekreasi dan PKL juga ada tempat. Namun PKL juga jangan mendominasi di mana dalam ruang terbuka hijau harus berbagi manfaat.
“Seperti di Taman Bekapai ada banyak manfaat. Pada hari bisa digunakan untuk parkir. Sedangkan pada malam harinya PKL bisa berjualan dan ada masyarakat yang datang berkunjung untuk berekreasi. Ruang terbuka hijau seperti ini yang harus diperbanyak,” tukasnya. (cn)