DPPP Targetkan 40 Hektare untuk Pepaya Mini
1 menit baca1.036 kali dibaca

BALIKPAPAN - Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Balikpapan akan menggenjot produksi papaya mini Balikpapan dengan memperluas areal pertanian.
Pada 2018, pihaknya menargetkan 40 Hektare lahan pertanian akan ditanami pepaya mini. Pada 2016 dan 2017 penanaman papaya mini baru seluas 20 hektar dengan jumlah petani sekitar 20 orang.
Pepaya Mini merupakan salah satu produk unggulan pertanian kota minyak, dimana bentuk pepayanya lebih kecil dan rasanya manis.
“Kita upayakan akan tanam terus pepaya mini, dan produksi bisa bertambah. Karena ini menjadi produk unggulan Kota Balikpapan,” kata Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan Yosmianto, kemarin.
Dia menjelaskan rata-rata produksi pepaya mini 7.200 ton per tahun. Produksi pepaya mini tersebar di daerah Gunung Bubukan, Teritip dan Manggar yang tersebar di kecamatan Balikpapan Utara, Timur dan Selatan.
“Setiap tahunnya produksi pepaya mini bisa mencapai 7.200 ton,” sebutnya.
Dia mengakui tahun 2016 lalu, produksi pepaya mini sempat turun karena cuaca kemarau panjang. Papaya mini juga harus dihindari dari banjir sebab berpengaruh pada rasa. “Produksi pepaya mini tahun lalu hanya sekitar 5.000 ton perhari, karena ada beberapa pohon yang mati kekurangan air. Kalau tahun ini juga pohon pepayanya juga terganggu banjir,” jelas Yos sapaan akrabnya.
“Musim hujan tidak menjadi masalah tapi jangan terkena banjir saja. Hasilnya akan bagus kalau ngak kena banjir,” sambungnya.
Pemasaran pasca panen papaya mini, menurutnya petani masih di jual di pasaran tradisional dan supermarket di Balikpapan,
“Belum ke luar daerah sekarang ini. Memang empat tahun lalu sempat di bawa ke luar kota di Jakarta. Tapi hasilnya sebagian busuk dan sebagian bisa dipasarkan. Kita lagi cari cara bagaimana agar tidak busuk saat di kirim ke luar daerah,” tukasnya. (din)










