DPRD Usulkan GPK jadi Pasar UMKM
1 menit baca1.514 kali dibaca

BALIKPAPAN – Hampir berjalan delapan bulan setelah diresmikan pada HUT kota Balikpapan Februari 2017 lalu, keberadaan gedung parkir Klandasan masih belum memberikan manfaat.
Bahkan terkesan gedung ini jadi beban pemerintah kota terutama dalam operasional perawatan setelah lepas masa perawatan dari kontraktor Nindya Karya, Desember mendatang.
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan dari fraksi PDI Perjuangan Budiono menyarankan agar fungsi GPK sebagai pasar UMKM seperti kebun sayur. Hal ini lebih baik daripada terkesan mubazir.
Dengan harapan bisa menyedot orang datang berbelanja. “Daripada kontribusinya kurang maksimal, akan lebih baik jika dialihfungsikan sebagai pusat kerajinan seperti Kebun Sayur,” tandasnya, kemarin.
Untuk menarik minat UMKM, tarif sewa harus diberikan jauh lebih murah dari yang ada. Setidaknya menurut Budiono untuk ujicoba agar pemanfaatan gedung lebih terlihat.
“bisa saja dikenakan tarif yang lebih murah kan untuk ujicoba,” ujarnya.
Kedepan jika ini sukses maka tidak menutup kemungkinan GPK bisa beralih menjadi lokasi pasar UMKM cenderamat, souvenir yang bersifat permanen. Namun hal ini lanjutnya kajian yang lebih dalam.
Ditanya kemungkinan salah perencanaan awal pembangunan GPK ini, mantan Ketua Fraksi PDI P enggan mengomentari hal itu.
Hanya saja memang keenggan masyarakat menempati lokasi GPK salah satunya karena tidak ada fasilitas yang menghubungi GPK dengan pasar.
Lanjutnya ketiadaan akses yang memadai dari GPK ke dalam pasar juga menjadi penyebab masyarakat enggan menggunakan GPK. “Apalagi kalau hujan, masa disuruh hujan-hujanan ke dalam pasar. Mungkin bisa saja ditambah akses seperti jembatan penyeberangan,” tukasnya.(din)










