Pada pertemuan 2009 di Tomohon, Sulawesi Utara, diresmikan 10 kota anggota baru yakni Pangkalpinang, Bogor, Cirebon, Batu, Balikpapan, Parepare, Gorontalo, Sorong, Kotamobagu, dan Kupang. HIngga kini sudah 23 kota yang tergabung dalam Citynet.
Menurut Syaifullah, daerah yang tergabung dalam Citynet Indonesia sangat diuntungkan karena organisasi ini memiliki lingkup internasional yakni ASEAN dan Asia Pasifik, dengan tujuan menciptakan kota yang suistanable, dan punya kemampuan pengelolaan berbagai fasilitas.
“Dengan Citynet, kita bisa sharing berbagai kepala daerah, maupun pejabat teknisnya. Bisa saling ikut pelatihan di Kuala Lumpur, Korea, Jepang. Kita bisa menambah kapasitas dan apa juga yang harus dilakukan,” jelasnya.
Dengan ikut membayar iuran Rp15 juta per tahun, daerah yang tergabung dalam Citynet dapat mengirimkan pejabat teknisnya ikut pelatihan seperti penanganan air, penanganan transportasi juga dapat dukungan pendanaan dari berbagai organisasi dunia.
“Sekarang ini 23 daerah kita akan kerjasama Apeksi atau Adeksi supaya anggota Apeksi, Adeksi juga anggotanya Citynet,” imbuhnya.
Sementara bagi Rizal, akan mempertajam koordinasi dengan Kemendagri, terkait sejumlah persoalan, seperti perizinan ke luar negeri bagi pejabat daerah atas undangan Citynet, maupun soal anggaran iuran Citynet dalam APBD. (din)