“Operasi pasar di 13 titik mulai hari ini, untuk memastikan ketersediaan produk elpiji 3 kg, sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi),” kata dia, Selasa (12/9).
Dia menerangkan, sebagai komitmen Pertamina, guna menjamin ketersediaan elpiji bagi masyarakat, sejak momen Idul Adha, Pertamina telah menyalurkan alokasi tambahan sebesar 3 persen dari angka konsumsi normal, atau setara 14.450 tabung.
Upaya Pertamina, menurut Alicia, juga untuk menjawab isu kelangkaan elpiji yang berkembang, dalam beberapa waktu terakhir. Sehingga, Pertamina menambah pasokan 5.152 tabung per hari ini, melalui mekanisme operasi pasar.
“Kami gelar operasi pasar. Tidak hanya untuk memastikan ketersediaan stok, operasi pasar ini kami gelar untuk membuktikan isu kelangkaan yang berkembang selama ini. Kalau produknya ludes di bawah dua jam itu artinya memang langka,” terang Alicia.
“Kami sempat melakukan pemantauan di beberapa titik operasi pasa. Contohnya di Kecamatan Balikpapan Barat, sampai dengan jam 12 siang tadi, tabung elpiji yang terjual baru sejumlah 100 unit dari 560 tabung yang disediakan. Hal serupa juga terjadi di lokasi lain seperti di Balikpapan Utara dan Kecamatan Balikpapan Tengah ,” ungkap Alicia. (din)