Jangan Hutang Budi Karena Uang
2 menit baca1.214 kali dibaca
BALIKPAPAN - Ketua MPR Zulkifli Hasan menggelar silaturahmi kebangsaan bersama forum komunikasi pimpinan daerah, Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud, paguyuban, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh ormas, pemuda dan SKPD Kota Balikpapan, di aula kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (7/9) kemarin.
Dalam silaturahmi kebangsaan ini, Zulkifli didampingi Wali Kota Rizal Effendi, anggota Komisi IV DPRD kota Ali Munsyir Halim.
Zulkifli berdialog untuk mengulas kehidupan kebangsaan dan Pancasila, serta dinamika demokrasi yang berkembang saat ini. Dia menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keragaman budaya Indonesia. Menurutnya, telah disepakati bangsa Indonesia adalah negara demokrasi Pancasila, yang intinya yang berkuasa adalah rakyat.
Menurut dia, seolah-olah saat ini meninggalkan kesan, semua dihargai dengan uang, termasuk menyangkut dalam pelaksanaan Pilkada. “Hanya saja saat ini semua dinilai dengan uang. Orang yang uangnya banyak dibilang hebat. Mau milih DPR, kepala daerah, harus dikasih uang,” terangnya.
Karena itu, dia juga mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat, pada momen Pilkada saat ini, agar memilih orang bukan karena hutang budi uang atau sembako.
“Jangan berhutang budi karna uang, jangan berhutang budi karena sembako, pilih dengan akal sehat siapa yang terbaik diyakini dan bisa membawa perbaikan di tempat saudara. Dan jangan bertengkar, utamakan persatuan,” terangnya.
Pada kesempatan itu dia juga menyesalkan dihapusnya beberapa materi pelajaran, seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganeraan, sehingga terjadi gap antara generasi sekarang ini dengan sebelumnya. Hal ini membuat anak masa kini, kurang memahami nilai-nilai luhur Pancasila dan perjuangan besar pendahulu.
“Untuk itu kita harus kembali ke 4 konsesus dasar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Kembali diberikan pemahaman, tidak hanya ke pelajar, tapi juga ke anggota ormas dan masyarakat lainnya,“ jelasnya lagi.
Disinggung mengenai pencalonan PAN di pilgub Kaltim, Zulkifli sebagai Ketuam PAN menyatakan bahwa PAN akan berpartisipasi, PAN tidak bisa berdiri sendirian. Dia menyebutkan sosok wali Kota Rizal Effendi, sebagai salah satu yang berhasil.
“Wali Kota yang tidak obral izin tambang di kotanya. Kalaupun harus bersama-sama, nggak cukup (kursi),” ujarnya. (din)










