Di atas kapal kelotok itu ada 28 murid dan 8 guru dan saat mengalami kebocoran berhasil selamat setelah nahkoda kapal memutuskan untuk menyandarkan kapal ke tepi sungai yang ditumbuhi pohon mangrove.
Ke-36 penumpang langsung keluar kapal dan naik ke atas mangrove untuk menyelamatkan diri.
Guru Agama SD 021 Balikpapan Barat Angga kepada Korankaltim.com sore tadi menceritakan, saat itu para murid dan guru menaiki kapal usai proses belajar mengajar dengan tujuan Kampung Baru, Balikpapan Barat.
"Kami dari SD 021 dan SMP 021 berencana pulang, dari sekolah sekitar pukul 14.45 WITA, baru naik kapal tidak sampai 7 atau 10 menit kapal mengalami kebocoran karena ada yang nyangkut entah apa, lalu terdengar suara dakk!!! kapal langsung bocor," kata Angga usai dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.
Mengetahui kebocoran itu nahkoda kapal langsung memutuskan untuk sandar ke tepi pohon mangrove untuk menyelamatkan penumpang yang didominasi anak-anak dan remaja.
Selanjutnya mereka diminta untuk menaiki ranting pohon mangrove sambil menunggu Tim SAR mengevakuasi.
"Kami kalang kabut lalu lari ke samping pohon bakau. Selang beberapa saat kami diselamatkan oleh Tim SAR Balikpapan," ucap Angga lagi.
Alat transportasi air itu sebenarnya sudah rutin digunakan guru dan murid untuk menuju ke SD 021 dan SMP 021 Teluk Waru, Kariangau, Balikpapan Barat.
"Kami setiap hari memang menggunakan kelotok pulang pergi naik kapal di Karingau Teluk Waru,” jelas Angga.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur