“Kalau tidak membongkar (sendiri), ya kami sendiri yang akan bongkar paksa. Kita akan tertibkan toilet liar, agar masyarakat pengunjung benar-benar bisa menikmati fasilitas yang ada dengan sesuai ketentuan,” kata Oemy, kemarin.
Meski peringatan bongkar paksa itu diberikan beberapa hari lalu, sampai dengan sekarang, menurut Oemy, pemiliknya belum menindaklanjuti dengan tindakan membongkar sendiri. “Belum digubris mereka. Nanti kita bongkar paksa kalau ini tidak dituruti,” ujar Oemy.
Dijelaskan Oemy, toilet di Pantai Segara Sari itu, tidak pernah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkot. Pemkot sendiri menurut Oemy, telah mendirikan toilet di kawasan pantai, bagi pengunjung yang memerlukan.
“Kami sudah siapkan 45 toilet. Lebih bersih, dan bagus karena memang kita rawat, dan diperuntukkan bagi pengunjung,” sebut Oemy.
Masih diterangkan Oemy, dia menyesalkan warga pemilik toilet liar itu, ada yang menetap di lokasi wisata, di atas lahan yang sejatinya milik Pemkot. Fakta itu, menurutnya juga bisa merusak suasa lingkungan di wisata pantai Manggar.
“Memang ada yang sampai tinggal di situ, sudah berkeluarga lagi. Kan itu lahan pemkot. Banyak juga kegiatan-kegiatan wisata yang digelar masyarakat di situ. Kita memang akan benahi ini,” tandasnya. (din)