Vaksinasi terhadap guru pun telah selesai meski ada yang belum mendapat layanan tersebut dengan berbagai alasan. Ada yang cuti, sakit, hamil maupun sebagai penyintas.
“Silakan untuk datang lagi. Dari kami, Dinas Kesehatan sudah siapkan kuota 100 persen,” ujar perempuan yang menjabat sebagai pimpinan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.
Dirinya memastikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah membentuk tim untuk persiapan PTM guna memenuhi infrastruktur serta Sumber Daya Manusia (SDM). Termasuk melakukan analisa kasus. “Kalau ada yang terpapar di sekolah, ya otomatis sekolah itu akan ditutup kembali,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Disdikbud Kota Balikpapan memastikan PTM tetap digelar pada awal Tahun Ajaran 2021/2022. Alasannya karena sekolah telah siap dan guru pun sudah divaksin.
“Itu menjadi salah satu tolok ukur. PTM sudah sangat siap,” ucap Muhaimin saat memantau vaksinasi guru pekan lalu.
Untuk diketahui, sekolah kembali menyebarkan tautan angket untuk diisi oleh orang tua peserta didik. Isinya berupa setuju atau tidak PTM dilaksanakan beserta alasan.
Hasil dari angket dijadikan salah satu pertimbangan selain tren kasus, enam daftar periksa dan vaksinasi guru.
Penulis : */Hendra
Editor : Bambang Irawan