Imbasnya, BPBD Balikpapan pun harus bersiaga, baik personil maupun perahu karet. Wali Kota Rizal Effendi pun tidak bisa memungkiri, banjir yang masih menghantui warganya.
“Ya, masih banyak persoalan bangsa yang kita hadapi,” kata Rizal diplomatis, saat dikonfirmasi sesaat sebelum meninggalkan Lapangan Merdeka, kemarin.
Sementara, Kepala BPBD Balikpapan Suseno menerangkan, banjir yang berada di kawasan Jalan MT Haryono, lebih cepat surut di siang hari. Meski demikian, personilnya terus bersiaga, membantu warga yang ingin beraktivitas.
“Yang sekarang masih banjir di Jalan beller. Kedaruratan membantu mereka dari luar ke rumah atau sebaliknya,” kata Suseno, siang kemarin.
Dia menjelaskan, kesiapsiagaan dilakukan 24 jam. Mengingat, banjir berpotensi bertahan ditandai dengan cuaca mendung, turun hujan deras dan tinggi air pasang laut.
“Petugas siaga 24 jam tersebar di 6 Unit Pelaksana Teknis. Personil terbagi beberapa shift. Siaga itu harus, karena bencana tidak bisa di duga,” tegasnya.
Suseno menghimbau kepada warga di musim penghujan, harus memperhatikan tali-tali air dan tidak dibiarkan mengalir menggerus tanah, yang bisa menyebabkan longsor.
“Selain memperhatikan tali-tali air, sampah juga harus diperhatikan khususnya di selokan. Tujuannya jelas, agar saluran air tidak terhambat. Kerja bakti juga perlu dilakukan dengan memperhatikan sedimentasinya,” demikian Suseno. (din)