Operasi tersebut merupakan terobosan terbaru dari Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, melalui Karo Ops Polda Kaltim dan Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim.
Dalam operasi ini, petugas Satlantas lebih mengedepankan kegiatan yang sifatnya preemtif dan preventif, berupa seminar, sosialisasi dan penindakan pelanggaran yang sifatnya sedang atau ringan, dengan bentuk surat teguran tertulis.
Kasat Lantas Polres Balikpapan AKP Noordiyanto mengungkapkan, teknis razia dilakukan secara hunting.
“Bagi pelanggaran yang berpotensi kecelakaan lalu lantas seperti lawan arus, terobos lampu merah, langgar marka utuh, melampaui batas kecepatan dan lainnya, akan kami tindak dengan surat tilang,” kata dia kemarin.
Di hari pertama operasi senyum ini, petugas Satlantas Polres Balikpapan baru melakukan kegiatan berupa preemtif berupa sosialisasi, ke sejunlah sekolah, terminal Balikpapan Permai, Batu Ampar, kelurahan dan pangkalan ojek. Sementara untuk kegiatan preventif, berupa razia dengan sifat penindakan berupa surat blanko teguran tertulis belum dilakukan, dikarenakan cuaca masih hujan.
“Masih sosialisasi yang langsung menyentuh dan tepat sasaran khususnya sekolah atau kawasan, daerah yang sering terjadi laka lantas. Termasuk, sasaran penyuluhan kepada pengendara yang banyak menjadi korban atau pelaku laka lantas,” ujar Noordianto.
Operasi senyum ini, berbeda dengan operasi zebra yang banyak di share di media sosial. Menurut Noor, Operasi Zebra merupakan operasi yang terpusat dari Korlantas Mabes Polri dan digelar se Indonesia, sementara operasi senyum hanya operasi mandiri kewilayahan. “Terobosan seperti ini di Indonesia baru Kaltim yang mengadakan,” tandasnya. (yud)