Negosiasi berjalan alat. Koordinasi bersama dengan Komando Armada Timur (Koarmatim), yang meneruskan ke Panglima TNI, segera melakukan operasi kontijensi penanggulangan teroris, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan Satgas Sandi Jala Gebah 17, untuk kemudian melakukan operasi pembebasan.
Selanjutnya diperintahkan kepada Satuan Kopaska sebagai penjuru Divisi II, serta unsur-unsur yang dengan dengan daerah operasi di sekitar perairan selat Makassar, untuk bergabung di bawah kendali Satgas Jala Gebah 17.
KRI yang berada tidak jauh dari daerah operasi diantaranya KRI Pandrong 801, KRI Frans Kaisiepo 368 dan KRI Hasan Basri 382, kemudian melakukan koordinasi awal untuk segera menuju MT Sangatta.
Sebagai pasukan penjuru, Kopaska melakukan infiltrasi dengan memasuki KM Sangatta yang sudah dikuasai teroris secara senyap, tanpa diketahui pihak lawan.
Satu persatu teroris berhasil dilumpuhkan tidak lebih dari 15 menit.
Teroris yang berjumlah 7 orang berhasil diamankan, di mana salah satunya tewas tertembus peluru tajam petugas pada saat kontak senjata.
Operasi pembebasan sandera tersebut merupakan simulasi Latihan Kesiapsiagaan Operasi (LKO) Koarmatim 2017 dengan sandi Jala Gebah 17.
Komando satuan tugas Jala Gebah 17, Kolonel (P) Selamet Haryono menerangkan, kegiatan itu, sebagai uji rencana kontijensi Koarmatim, yang dilakukan oleh Kordiklat TNI. “Diuji kesiapsiagaannya khususnya dalam melaksanakan kegiatan. Kali ini, yang diujikan penanggulangan teroris, khususnya di perairan, atau di laut,” kata dia kepada wartawan, usai kegiatan itu di Pelabuhan Semayang Balikpapan. (yud)